Digital CreativePengembangan Bisnis, Marketing dan Internet Marketing
Fakta mengatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia menggunakan Internet hanya sebagai 'user'. Mereka mengirim email, browsing untuk mencari informasi, chatting, diskusi di forum, milis, dll. Juga men-download musik, video, software, games, eBook untuk kepentingan pribadi atau sekedar hiburan.

Dan "user" itu identik dgn "Customer.
Selengkapnya...

Positif thinking “Miskin, kelaparan, perang, benci, tidak suka, dan hal negatif lainnya justru menjadi fokus bagi kebanyakan orang. kenapa kita tidak mengubah kefokusan kita pada sebuah hal yang menjadi keinginan kita. Seperti Kaya, makmur, damai, cinta, suka cita dan berbagi hal positif lainnya”.

Sadar tidak sadar, setiap harinya kebanyakan orang berpikir tentang semua hal dari sisi negatifnya. Mau bukti ? Oke…..

Apa yang sering dikatakan oleh orang tua kepada anaknya selagi masih kecil? “Nak, jangan main api! nanti terbakar”, “Nak, jangan nakal! nanti di tangkap polisi trus dipenjara”, “Nak, jangan dekat2 selokan! nanti kamu nyebur”. Betul gak? Kita semua mengalaminya waktu kecil, kan?

Memang kadang hal negatif dan positif itu adalah dua hal yang sulit dibedakan. Jangankan dalam bentuk sebuah fikiran, dalam bentuk perkataan saja kadang kita tidak mampu membedakan. Seperti contoh di atas, kalau saja orang tua tersebut mau untuk lebih positif untuk menyikapi tindakan anaknya dalam perkataan yang lebih positif. “Nak, mainnya mobilan aja! memangnya kamu gak ngerasa panas, main api?”, “Nak, jangan nakal ya! pasti banyak temennya”, “Nak, mainnya disini aja, pasti lebih aman”. Bisa kan ???

Itu sebagian kecil dari contoh kehidupan kita sehari2 yang dari kecil memang sudah dibudayakan oleh orang tua kita untuk menyantap perkataan2 berupa larangn dan ancaman. Sehingga menyebabkan diri kita tanpa kita sadari semakin menciut. Dalam artian memikirkan lebih dalam resiko sebelum bertindak. Otak kanan kita tidak berkembang.

Seperti yang dikatakan Lisa Nichols di dalam buku The Secret :
“Orang mempunyai kecenderungan untuk melihat hal-hal yang mereka inginkan dan berkata, “Ya, saya suka itu, saya ingin itu.” Tetapi, mereka melihat hal-hal yang tidak mereka inginkan dan mereka memberi energi yang sama, bahkan mungkin lebih besar, dengan pemikiran bahwa mereka dapat mengenyahkannya, menghapusnya, menyingkirkannya. Di masyarakat kita, kita telah dibiasakan dengan perlawanan terhadap sesuatu.
Perlawanan terhadap kanker, perlawanan terhadap kemiskinan, perlawanan terhadap perang, perlawanan terhadap obat-obat terlarang, perlawanan terhadap terorisme, perlawanan terhadap kekerasan. Kita cenderung melawan segala sesuatu yang tidak kita inginkan, yang sebenarnya justru menciptakan lebih banyak perlawanan.”

Coba kita buktikan saja kepada orang di sekitar. Tanyakan kepada mereka, beberapa hal penting dalam hidup mereka seperti target tahun depan dan keluhan tahun lalu, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dirinya, cita2 yang pernah dicapai dan belum tercapai, apa kenapa dan bagaimana. Suruh mereka menceritakannya semua tentang dirinya dalam bentuk tulisan 1 halaman kertas. Maka anda akan menemukan bahwa 80% tulisan tersebut berisi hal yang negatif. Dan ini adalah buah dari kefokusan mereka terhadap fikiran negatif. Dan sebenarnya fikiran negatif itulah yang membuat mereka menjadi seperti sekarang ini. Hal ini jelas tidak akan terjadi pada orang yang punya DREAM dan positive thinking. Trus gimana donkZ?

Bunda Theresa pernah berkata “Saya tidak akan pernah menghadiri demonstrasi antiperang. Jika Anda mengadakan demonstrasi damai, undanglah saya.”. Beliau sangat tahu dan sangat memahami tentang sebuah makna dari Positif thinking. Kita bisa lihat apa yang telah ia wujudkan di dunia ini.

Segala sesuatu di dunia ini dimulai dengan satu pikiran. Semakin membesarnya sesuatu disebabkan karena lebih banyak orang yang memikirkannya setelah pikiran tersebut dimunculkan. Kemudian pikiran dan emosi itu mempertahankan keberadaan peristiwa itu serta memperbesarnya. Jika kita melepas pikiran tersebut dan berfokus pada cinta, sesuatu itu tidak akan ada lagi. Inilah Law Of Attraction. Sesuatu itu akan menguap dan menghilang.

Yuuuk kita mulai semuanya dari hal yang kecil dan dari diri sendiri. Berpikir positif itu indah. Kalau hari ini kita tidak belum mempunyai materi dan kekayaan untuk disumbangkan kepada kemaslahatan dunia. Maka mulai berpikir positif tentang segala hal, berpikirlah dengan benar, pikiran itu akan memberi makan untuk kelaparan dunia”.

This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sumbangan besar kepada dunia dengan berpikir positif

  1. Pingback: Sumbangan besar kepada dunia dengan berpikir positif | Nabaz's Property

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Browse by Topic