Tipe pekerja dari segi etos kerjanya (Part II)
Artikel ini kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang tipe pekerja dari segi etos kerjanya. Yang belum baca artikelnya lihat aja dulu disini. Kenapa saya lanjutkan bahasan tentang pekerja ini ? Karena tidak lama setelah saya tulis artikel tersebut, ada salah satu teman yang baca, ia malah balik tanya ke saya,
“Bas, kalo dilihat dari tipe yang lo di atas, gw ngerasa tipe gw kadang2 bisa jadi karyawan, professional ataupun entrepreneur. Kadang gw mengeanggap kerjaan yang disuruh bos itu sebuah beban, kalo lagi gak suka sama kerjaan itu. Kadang gw bisa jadi seorang yang professional banget, tanggung jawab gw sama kerjaan tuh gede banget, bahkan gw berpikir gimana caranya biar hasilnya bisa bikin boz puas (Jangan ngerezzz lho !). Gimana tuh ?”….
Hmmmmm… Ok, memang tipe-tipe pekerja yang saya sebutkan pada artikel tersebut dibagi menjadi 3 tipe, yaitu karyawan, Professional dan entrepreneur. Tapi bukan berarti setiap individu mutlak mempunyai hanya 1 tipe dari ketiga tipe tersebut. Selalu ada grey area. Artinye, pada setiap orang terdapat ketiga tipe tersebut. Hanya saja tipe yang manakah yang paling mendominasi tindakan kita sehari-harinya. Contohnya ya seperti yang ditanyakan teman saya itu.
Nah, maka dari itu ada 1 catatan penting yang perlu anda garis bawahi (Kalo perlu di-BOLD), bahwa setiap dari kita pada dasarnya telah memiliki sifat atau tipe yang baik juga, itu berarti kita mempunyai potensi untuk menjadi lebih baik, walaupun tipe yang buruk masih mendominasi, tinggal bagaimana kita mengembangkan potensi tersebut. Ya kan?
bagaimana caranya ? Tiga kata yang fundamental bagi saya dalam meraih apa yang saya cita2kan :
“THINK, LEARN AND ACTION“
........................................................ Merasa tulisan ini bermanfaat? sebarkan kepada teman anda di facebook dengan klik tombol ini !

