Sebenarnya artikel ini bukan tips ataupun ajakan bagi anda yang ingin berusaha. Jangan juga anda jadi terprovokatif untuk mewisuda diri anda untuk menjadi pengusaha dengan cara yang agak nyeleneh ini. Tapi ada baiknya anda simak dulu tulisan berikut ini baik-baik tentunya dan ambil hikmah yang terkandung didalamnya sebijaksana mungkin.
Wisuda ? Yap, benar wisuda, tapi hanya secara istilah aja. Kebetulan kita (T-Search Oblongers) para penganut keyakinan “Pengusaha gila” ala Purdi E Chandra yakin betul bahwa being employee adalah salah satu hal yang “pantas ditertawakan” gak bisa dibanggakan. Makanya, pengistilahan wisuda ini bisa kita dapatkan setelah memajukan diri untuk mundur sebagai karyawan. Ribet banget sih bahasanya. Karena yang kita tahu karyawan itu :
- Jam kerja diatur
- Gaji ditentuin besarnya
- Kurang luwes berekspresi dalam kreativitas (Tergantung maunya bos)
- Kena macet tiap hari (Semua karyawan jam berangkat dan pulang kerjanya barengan)
- Ketemu uang sebulan sekali doang pas tanggal gajian (gimana mau akrab sama uang?)
- Dan yang jelas, karyawan tuh susah buat jadi kaya.
&^!%$#^!*#((*$^$!><??#$!*!)()*
Sebelum beranjak lebih jauh membahas mengenai ini semua, kita mau ucapin selamat dulu kepada sang wisudawan Sandrillah (salah satu team kami) yang kebetulan secara resmi telah memutuskan untuk berhenti berkaryawan ria mulai hari ini tanggal 15 Oktober 2009. Setelah sebelumnya juga saya lakukan pada bulan Juli yang lalu. Semua ini dilakukan demi concern pada usaha yang sedang kita geluti ini, Sablon kaos T- Search Oblong. Hal yang tabu, nyeleneh plus high risk ini memang mengundang banyak hujatan dari berbagai pihak terutama keluarga. Tapi sekali lagi kami yakin, minimal kami sudah sukses untuk berani memulai sebuah perubahan dari Comfort Zone ke Danger Zone. Bukan begitu Mr. james Gwee?
Mungkin inilah salah satu bentuk take action yang paling kongkrit untuk memulai sebuah perubahan. Dengan tekad bulat untu keluar dari “Comfort zone”, ini berarti saatnya untuk lebih meregangkan otak dan otot untuk mencapai apa yang diinginkan. Dengan terus belajar dalam mengembangkan diri, terbuka atas perubahan, dan menganggap halangan adalah tantangan, Tidak ada pilihan lain kecuali “MAJU” atau “MATI”.