Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part1)
Internet, jelas sekali bahwa media yang satu ini memang menyediakan arena kompetisi yang relatif seimbang antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil. Penyediaan sarana promosi dan penjualan 24 jam tanpa batas-batas negara dengan biaya rendah mengharuskan perusahaan atau corporate untuk turut juga membidik online maketing dan online branding. Bahkan bukan hanya coporate besar saja yang membangun brand disana, beratus ribu atau malah jutaan individu pun memutuskan mendirikan usaha dan melakukan personal branding di Internet.
Terkait dengan pemasaran secara online, tidak lengkap rasanya jika mengesampingkan search engine marketing. Metode search engine marketing ini sangat diminati para online marketer karena bersifat low cost but high effects. Sederhananya, para pemilik web hanya perlu mengakrabkan diri dengan sistem search engine, dan biarkan mereka yang merekomendasikan situs kita kepada jutaan user pengguna search engine tersebut. Benar2 low cost but high effects ( Jangan lupa dicatat… Hee
).
Sebelum membahas lebih dalam mengenai Search Engine Marketing, ada baiknya anda simak terlebih dahulu apa dan bagaimana sih search engine ber-evolusi dalam peningkatan kualitas pencariannya.
Pada awalnya, Altavista dan Excite yang saat itu memiliki search engine yang cukup mendominasi dunia internet, memberikan ranking terhadap halaman web dengan orientasi kuantitas dan kualitas keywords yang terdapat dalam halaman web tersebut saja. Halaman dengan kuantitas dan kualitas yang baik akan muncul di halaman pertama hasil pencarian jika user mengetikkan keyword yang dibidik.
Sebagai contoh, Jika anda memiliki toko kaos dan membuat web yang menjual kaos secara online, maka untuk mendapatkan ranking tinggi dan ingin tampil di halaman pertama pencarian search engines, maka kata-kata ‘Kaos’ haruslah anda letakkan sebanyak mungkin dalam dokumen situs web Anda. Bahkan jika nama domain mengandung kata keyword seperti tokokaos.com sangat membantu karena nama domain mendapatkan bobot yang sangat tinggi dan penentuan ranking di search engine.
Dengan begitu terbentuklah paradigma bahwa pembelian domain untuk kepentingan pemasaran online haruslah yang mengandung kata kunci atau keyword bukan nama perusahaan itu sendiri. Hal ini jelas bertentangan dengan teori Brand Awareness dimana seharusnya perusahaan mengenalkan dan menumbuhkan kesadaran konsumen akan sebuah nama brand yang unik, tetapi demi ranking search engine paradigma benar2 telah bergeser.
Ada yang menarik dari hasil studi online consumer behaviour, umumnya para search engine user hampir tidak pernah melewati lebih dari halaman ketiga hasil pencarian. kalau saja 1 halaman memuat 10 situs web , berarti mendapatkan ranking 30 besar untuk keywords yang ditarget adalah suatu keharusan. Ketatnya kompetisi keywords ini mendorong banyak pemilik situs web mulai memakai cara-cara search engine marketing yang mengarah ke bentuk kecurangan dengan mengulang-ulang sebanyak mungkin keywords yang dianggap populer di situs web mereka. Semakin banyak situs yang melakukan search engine spamming, maka kualitas hasil pencarian pun menurun.
Ada yang mau menambahkan ?
Update : Bersambung ke Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part 2)
........................................................ Merasa tulisan ini bermanfaat? sebarkan kepada teman anda di facebook dengan klik tombol ini !

