Kalau kita lihat pada evolusi search engine part 1 dan part 2, kelemahan search engine dalam merangking situs sangatlah banyak. Sehingga para search engine spamming yang rajin meriset algoritma perangkingan search engine akan sangat mudah mengakali web mereka agar masuk dalam urutan pertama Search engine page result (SERP). Semakin lama hal ini dibiarkan, maka para user pun akan merasakan ketidakpuasan terhadap layanan para penyedia search engine.
Kelemahan inilah yang kemudian disempurnakan oleh Google yang memakai sistem PageRank. Lewat sistem tersebut, ranking sebuah halaman web lebih ditentukan oleh Link popularity atau jumlah referensi link dari web lain yang diterima situs web tersebut (dalam bentuk link yang masuk ke situs tersebut). Bukan hanya link masuk saja, tapi juga dinilai dari seberapa relevansi antar kedua situs tersebut. Perubahan kriteria ranking tersebut membuat upaya-upaya spamming menjadi lebih sulit. Google menyempurnakan terus menerus proses penentuan rankingnya dan pada saat ini, dengan analisa statistik dari data-data historis yang tersimpan di database-nya, Google lebih mudah lagi menentukan situs web yang melakukan spamming. Strategi Google untuk memasukkan lebih banyak faktor eksternal (di luar keywords) ke dalam kriteria penentuan ranking tersebut juga mulai diikuti oleh Yahoo! dan MSN.
Semakin kriteria yang logis untuk search engine merangking web, tentu akan semakin natural juga SERP-nya. Pemilik situs web harus berkerja keras membangun brand awareness dan brand loyalty untuk mendapatkan pengunjung setia.
Semoga bermanfaat
salam super,,
sungguh artikel yang belum pernah saya jumpai di blog manapun.
sukses untuk anda…
Sebagai web marketing online baru, posting ini sangat, sangat, sangat… bermanfaat.
Thanks