Digital CreativePengembangan Bisnis, Marketing dan Internet Marketing
Fakta mengatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia menggunakan Internet hanya sebagai 'user'. Mereka mengirim email, browsing untuk mencari informasi, chatting, diskusi di forum, milis, dll. Juga men-download musik, video, software, games, eBook untuk kepentingan pribadi atau sekedar hiburan.

Dan "user" itu identik dgn "Customer.
Selengkapnya...

Bicara tentang keinginan dan impian ! Hmmmm.. Buat saya ini adalah level awal dari pembentukan mindset seseorang. Pro dan kontra terkait masalah keinginan, mimpi dan visi ini masih terus terjadi dan sangat kental di negara Indonesia yang notabene cenderung kuat “Otak kirinya”. Lalu pertanyaannya, apakah betul teori tentang impian, keinginan dan visi ini nyata adanya ? Apakah betul hukum tarik-menarik itu memang ada ? Ataukah hanya retorika penghibur di kala kita sedang dalam keadaan rapuh saja ?

Yuuuk kita telaah lagi……….. :)

Pada awal tahun 2008 silam, buku karya Rhonda Byrne The Secret lah yang “meracuni” otak saya dengan teori “Law Of Attraction”-nya. Dan pastinya juga meracuni otak banyak orang sejak diterbitkannya buku tersebut tahun 2007. Teori yang mengatakan bahwa hanya dengan memikirkan impian dan keinginan, maka itu pasti terjadi. Yaaaa… anda benar. Cuma dengan memikirkan apa yang kita inginkan, memperkuat keinginan seakan-akan hal itu benar2 telah tejadi dan bersyukur, maka semudah itu pula keinginan kita akan terwujud. Salah seorang contributor buku the secret Bob Proctor mengatakan, “Ketika Anda membayangkan diri berada dalam kelimpahan, dengan sadar dan kuat Anda menentukan hidup Anda melalui hukum tarik-menarik. Memang semudah ini”. Dalam Law of Attraction ini di analogika-kan alam seperti sebuah katalog yang berisi segala macam hal yang anda inginkan. Tinggal memintanya. Lalu percaya penuh seolah-olah anda telah memilikinya di realitas tak kasat mata. Kemudian bersyukur. Lihat apa yang terjadi, Impian kita benar2 terjadi. “Even you start this from nobody or have nothing”

Tak berhenti sampai disitu, Saya pun mulai mengenal Bapak Purdi “Pengusaha Gila” E. Chandra dan Bob “Si Goblok” Sadino. Mereka pencetus pemikiran bahwa menjadi orang sukses tidak diperlukan sebuah sebuah titel sarjana, pengusaha tidak mesti pintar, dan segala macam paham yang justru sangat kontroversial dengan kultur yang ada di Indonesia.

Tapi apa yang terjadi di lingkungan sekitar saya sangat berbeda dari keadaan yang seharusnya akibat paham “the Secret” dan “Pengusaha gila” ini. Kebanyakan mereka layaknya orang yang menyerahkan sepenuhnya nasib dan hidup mereka pada impian dan keinginan mereka. Mereka berpikir bahwa hanya dengan mencoba memvisualisasikan apa yang menjadi keinginan impian seperti menempelkan gambar rumah, mobil dan berbagai visi hidup lengkap dengan tanggal pencapaiannya, impian tersebut akan segera menjadi nyata.

Ada satu hal mereka lupakan dalam menerapkan teori Law Of Attraction yang diajarkan Rhonda Byrne dan kawan-kawan, yang ternyata butuh ketekunan dalam menjalaninya. Ketekunan disini dalam artian keteguhan kita dalam memperkuat impian tersebut dengan secara konsisten memperhatikan dan mempercayai impian dan keinginan tersebut setiap harinya dengan tujuan secara otomatis merubah pola pikir serta perilaku keseharian kita.

Sebagai contoh, misalnya kita menginginkan untuk mempunyai rumah seharga 1 milyard rupiah 3 bulan kedepan. Memvisualisasikannya dengan gambar, ditempel di tempat yang mudah terlihat di kamar, lalu memnyempatkan diri setiap hari untuk melihatnya sejenak dan memperhatikan sambil membayangkan seolah-olah hal itu pasti terjadi. Percaya atau tidak, ketika waktunya tiba dimana impian tersebut telah merasuk pikiran bawah sadar, sejak itu pula pola pikir dan perilaku serta keputusan2 kita untuk hal2 kecil akan sangat terasa perubahannya. Contohnya mulai dari tidak suka menonton tv yang kurang berguna, tidak suka ngobrol ngalor-ngidul, lebih suka baca buku untuk menambah wawasan, tidak suka berlama-lama main facebook dan lain sebagainya. Semua langkah kita mengarah pada apa yang kita impikan. Tanpa kita sadari.

Sudahkah anda mempraktekkannya, kawan ? Atau jangan2 keinginan dan impian anda hanya sebatas retorika saja karena justru menganggapnya hal yang remeh?

This entry was posted in Motivasi, Pengembangan diri and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Browse by Topic