<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Creative</title>
	<atom:link href="http://digi-crea.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digi-crea.com</link>
	<description>Pengembangan Bisnis, Marketing dan Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 07:33:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pentingnya memiliki blog pribadi untuk personal branding</title>
		<link>http://digi-crea.com/2012/01/pentingnya-memiliki-blog-pribadi-untuk-personal-branding/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2012/01/pentingnya-memiliki-blog-pribadi-untuk-personal-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 08:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>basrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah blog bisa jadi media untuk personal branding ?. Sebagian orang menganggap bahwa nge-blog adalah buang-buang waktu. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa nge-blog aadalah cara untuk &#8220;melarikan diri&#8221; dari &#8230; <a class="more" href="http://digi-crea.com/2012/01/pentingnya-memiliki-blog-pribadi-untuk-personal-branding/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://www.wealthselfhelp.com/wp-content/uploads/2010/02/personal-brand.jpg" alt="Personal branding" width="300" />Benarkah blog bisa jadi media untuk <strong><a title="Apa sih branding ?" href="http://digi-crea.com/2009/11/apa-sih-branding/">personal branding</a></strong> ?. Sebagian orang menganggap bahwa nge-blog adalah buang-buang waktu. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa nge-blog aadalah cara untuk &#8220;melarikan diri&#8221; dari dunia nyata. Tapi tidak demikian kenyataannya kok. Faktanyanya, sekarang banyak orang yang serius nge-blog dan menjadikannya sebagai hoby. Blog juga dijadikan sebagai media penyaluran hoby dalam menulis ataupun dijadikan bisnis yang bisa mereka jalankan hanya dari depan layar monitor di rumah. yap, bisnis online.</p>
<p>Tetapi saya akan bahas beberapa keuntungan yang bisa didapat ketika kita memiliki blog pribadi. Memiliki blog pribadi bisa menjadi sangat menyenangkan tentunya, dan bisa terus berjalan selama anda adalah seorang yang senang belajar dan membagikan informasi di dunia maya.</p>
<h3>Blog Pribadi menentukan pencitraan karakter seseorang (Personal branding)</h3>
<p>Bagi pemilik blog pribadi, tulisan dan pemikiran yang anda tuangkan ke dalam blog akan sangat mempengaruhi penilaian pembaca terhadap karakter anda. Terlebih lagi jika anda seorang professional atau akademisi, semua yang anda paparkan di blog menjadi value tersendiri bagi anda. It&#8217;s Who you are to the world.</p>
<p>Dengan menyebarluasnya kebiasaan berinternet di Indonesia (± 50 juta pengguna internet) yang menyebabkan penyebaran informasi menjadi lebih tinggi mobilitasnya, maka harus disadari pula bahwa blog akan menjadi media yang cukup powerful dalam proses pencitraan diri seseorang di dunia maya.</p>
<p>Pemikiran terhadap sebuah bidang keilmuan ataupun tanggapan terhadap isu terbaru yang sedang berkembang akan menambah daya tarik dari blog anda bagi pembaca. Ketika kita ingin menyediakan tulisan-tulisan yang berbobot, maka tentunya kita pun harus belajar lebih banyak lagi. Kita akan dituntut untuk terus mengembangkan diri dengan belajar dari lebih banyak sumber referensi untuk terus memenuhi kepuasan pembaca.</p>
<p>Sebagai contoh, jika anda adalah seorang professional di bidang marketing, mulailah dengan menulis di blog pribadi secara berkala mengenai pemikiran terkait strategi ayng anda kembangkan di bidang tersebut. Lalu rajin untuk memantau perkembangan terbaru dunia marketing dan memberikan opini/tanggapan secara faktual. Cepat atau lambat akan terbentuklah penilaian pembaca terhadap diri anda. Baik buruknya itu semua berbalik kepada apa yang anda sajikan.</p>
<h3>Bedanya Personal branding melaui blog pribadi dan social network?</h3>
<p>Selain blog pribadi, memang banyak cara lain untuk meningkatkan personal branding di dunia maya, seperti aktif di facebook, twitter atau di forum2 diskusi. Tetapi itu semua adalah ruang publik yang tidak bisa dengan seenaknya kita kemas untuk kepentingan personal branding. Siapapun tau di situs social network seperti facebook dan twitter, komunikasi antar member terjalin 2 arah. Kita bebas menulis dan berpendapat, begitu juga orang lain.</p>
<p>Di situs social network, kita bisa berbaur dengan orang banyak yang juga berada pada level yang sama dalam hal komunikasi. Kita hanya 1 dari jutaan orang yang berkicau di Twitter atau berceloteh di Facebook. Pengetahuan tentang fungsi media branding inilah yang harusnya anda ketahui. Harus terencana dan matang konsepnya.</p>
<p>Kelebihan blog pribadi adalah eksklusifitas ruang pencurahan pemikiran seseorang. Kita dengan bebas mengemasnya untuk kepentingan <strong>personal branding</strong>. mulai dari desain, tagline dan isinya secara menyeluruh. Dan hendaknya gunakanlah situs-situs social network untuk melengkapi dan alat untuk penyebaran blog pribadi anda dengan memanfaatkan fitur yang mereka sediakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2012/01/pentingnya-memiliki-blog-pribadi-untuk-personal-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peti mati dan apriori negatif marketing</title>
		<link>http://digi-crea.com/2011/06/peti-mati-dan-apriori-negatif-marketing/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2011/06/peti-mati-dan-apriori-negatif-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 16:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>basrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kalo bicara marketing, hari ini saya baru saja mulai memperhatikan ulasan mengenai berita yang cukup menghebohkan mengenai pengiriman peti mati kepada beberapa pimpinan perusahaan. sebenarnya sih berita ini sudah beberapa &#8230; <a class="more" href="http://digi-crea.com/2011/06/peti-mati-dan-apriori-negatif-marketing/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VO2v_vig-3E/TcffkpCduLI/AAAAAAAAAas/RkjntzoGmHw/s1600/buzz_marketing_book.jpg" alt="buzz marketing" width="216" height="269" />Kalo bicara <strong><a title="Internet marketing sebagai alternatif baru pemasaran" href="http://digi-crea.com/2009/11/internet-marketing-sebagai-alternatif-baru-pemasaran/">marketing</a></strong>, hari ini saya baru saja mulai memperhatikan ulasan mengenai berita yang cukup menghebohkan mengenai pengiriman peti mati kepada beberapa pimpinan perusahaan. sebenarnya sih berita ini sudah beberapa hari yang lalu terbit di semua acara berita stasiun TV. Tapi mungkin karena saya sedang mengerjakan beberapa proyek dan lagi ada mainan baru dengan Web Tools, jadi berita ini hanya lewat begitu aja, tanpa saya perhatikan modus dan tujuannya.</p>
<p>Baru hari ini saya tergoda untuk membaca artikel tentang pengiriman peti mati tersebut karena lihat judulnya. Judulnya kira-kira seperti ini &#8220;Mau-maunya media massa diperalat pengirim peti mati itu&#8221;. Hmmm, saya jadi ingin membacanya karena judulnya persuasif plus tulisannya bentuk ulasan, bukan berita.</p>
<p>Singkat kata, penulis menceritakan Sumardy, seorang CEO perusahaan Buzz.co yang mengirimkan 200 peti mati ke pimpinan2 perusahaan besar dan berpengaruh di negeri ini, termasuk beberapa perusahaan media2 elektronik besar. Menurut saya Ulasan si penulis cukup tajam dan keras terhadap modus pengiriman peti mati tersebut yang konon untuk tujuan marketing. Tepatnya Bombastis marketing untuk peluncuran buku. Intinya si penulis mengkritik keras metode-metode marketing yang dilakukan oleh orang-orang yang baginya tidak bertanggung jawab, tidak etis dan menipu banyak orang.</p>
<p>Membaca tulisan tersebut saya sangat setuju dengan ulasan si penulis. Saya yang juga orang marketing merasa sangat terlukai oleh kelakuan para marketer yang berlebihan. Segala sesuatu yang sifatnya berlebihan pasti tidak bagus hasilnya.  Dan batasan aliran Bombastis yang mereka anut tersebut adalah melebih-lebihkan sesuatu. Saya berani jamin, hasil akhirnya pasti jeblok atau mengecewakan.</p>
<p>Di tulisannya penulis juga memberikan link tulisannya yang lain terkait dengan marketing bombastis ini yang beliau tulis di kompasiana. Saya ikuti terus tulisannya. Kali ini beliau membahas tentang penipuan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan iming2an bahwa bahwa konsumen mendapat hadiah menggiurkan tapi terlebih dahulu konsumen harus membeli sejumlah produk  seharga belasan juta rupiah. Di tulisan ini juga penulis menyoroti seorang pakar marketing yang konon saya dengar menurut banyak orang adalah pelopor marketing Bombastis. Walaupun penulis tidak menyebutkan namanya, tapi dari uraiannya saya bisa menerka orang yang dimaksud.</p>
<h3>Kenapa saya bilang marketing Bombastis itu berlebihan?</h3>
<p>Saya kasih sedikit ilustrasi. Di internet, sekarang ini banyak sekali kita temukan iklan2 para marketer yang terkena wabah aliran Bombastis tersebut. Bisnis Cepat Kaya, Dapat penghasilan 10jt perminggu dari internet, Modal sedikit hasilnya jutaan dan segala macam tagline yang menggiurkan.</p>
<p>Salah satu contohnya, ada website dengan tagline seperti ini <em>&#8220;Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet&#8230; Hanya Jika Anda Tahu Caranya!&#8221;</em>.  Pernah lihat ? Bagaimana menurut anda? . Tagline di atas cukup untuk membuat orang awam tertarik mengikuti apa maksud tagline tersebut. Produknya adalah e-book internet marketing. Dengan penuh antusias dan rasa penasaran tinggi, pengunjung mengikuti terus kata2 dari web tersebut, membaca testimoni yang rata2 mengucapkan terima kasih karena sukses menerapkan metode yang diajarkan di e-book, membaca sekelumit kisah sukses dari pembuatnya dan segala macam bonus2 yang dijanjikan. Tapi dari semua unsur yang menggiurkan tersebut, ada hal yang paling bombastis. Yaitu, pennyusunan struktur kata-kata yang bisa menghipnotis pengunjung.</p>
<p>Rasanya, saya gak perlu terlalu dalam membahas terlalu dalam mengenai web tersebut. Nanti pembaca jadi tidak objektif terhadap masalah yang terjadi. Ada baiknya silahkan searching aja di google tentang web-web Bombastis tersebut.</p>
<p>Tidak berhenti sampai disitu, saya jadi penasaran dengan penulis kompasiana tadi. Artikel apa aja yang beliau tulis. Saya buka profilnya dan saya menemukan beberapa tulisan lainnya. Wow, saya temukan lagi tulisan dgn judul <strong>“Jika Anda Puas Beritahu Teman, Jika Anda Kecewa Beritahu Kami”, Enak aja …&#8221;. </strong>Apa yang menarik ?&#8230;</p>
<p>Awalnya, saya simpatik dengan tajamnya kritikan penulis tersebut di  tulisan pertama, saya baca terus hingga sampai tulisan ketiga koq saya merasa ada yang janggal dengan ulasan2 beliau. Tidak Objektif. Terlalu men-generalisasikan sesuatu.  Dengan kata lain, Marketing itu menipu, me-lebih2kan dan serba Bullshit. Padahal sejatinya marketing adalah disiplin ilmu yang paling mendukung usaha dalam pengembangannya. Hanya saja ada oknum-oknum yang pandai menyiasati beberapa kelemahan manusia terutama segi psikis yang dijadikan alat marketing merka hingga menipu konsumen.</p>
<p>So, bukan marketing yang salah, oknum lah yang menanamkan nilai-nilai negatif dalam marketing itu sendiri. Oknum juga yang akhirnya menanamkan apriori negatif terhadap marketing kepada banyak orang.</p>
<p>Akan lebih bijak rasanya kalau kita menilai sesuatu lebih objektif. Bukankah kebijaksanaan seseorang diukur dari keobjektifitasannya dalam menilai sesuatu?</p>
<p>Salam Marketing, Basrul Yandri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2011/06/peti-mati-dan-apriori-negatif-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efektivitas tim adalah keharusan dalam bisnis</title>
		<link>http://digi-crea.com/2011/05/efektivitas-tim-adalah-keharusan-dalam-bisnis/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2011/05/efektivitas-tim-adalah-keharusan-dalam-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 14:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>basrul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Pasti anda pernah dengar cerita2 tentang para Super hero semasa kecil dulu. Ada Superman, Hulks, Spiderman dan lainnya. Mereka dikenal sebagai manusia yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya &#8230; <a class="more" href="http://digi-crea.com/2011/05/efektivitas-tim-adalah-keharusan-dalam-bisnis/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://wb5.itrademarket.com/pdimage/73/1339473_team_building_ring.jpg" alt="tim bisnis" width="120" height="88" />Pasti anda pernah dengar cerita2 tentang para Super hero semasa kecil dulu. Ada Superman, Hulks, Spiderman dan lainnya. Mereka dikenal sebagai manusia yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya mulai dari bisa terbang, bisa mengangkat beban yang sangat berat, bisa memanjat gedung dan segudang kemampuan luar biasa yang memungkinkan mereka mengerjakan sebuah pekerjaan seorang diri.</p>
<p>Bahkan biasanya para superhero ini merahasiakan identitas mereka. Itu artinya mereka tidak butuh orang lain ketika menyelesaikan pekerjaannya. Mereka cukup mendengar kabar burung tentang misi yang harus mereka selesaikan, lalu dengan kekuatan super yang mereka miliki, maka misi tersebut segera mereka selesaikan seorang diri.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan  <strong><a title="Pengembangan bisnis" href="http://digi-crea.com">pengembangan bisnis</a></strong> ?</p>
<p>Ada.</p>
<p>Terkadang dalam sebuah bisnis yang dibangun bersama beberapa orang teman terjadi hal yang mirip dengan kejadian super hero di atas.  Ada 1 orang yang sangat dominan baik dalam pengambilan keputusan, proses operasional hingga pengembangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. salah satunya karna passion.</p>
<p>Biasanya passion yang kuat akan menyebabkan orang cenderung sangat antusias dalam sebuah hal. Lebih kreatif, lebih aware terhadap kendala2, lebih terpacu dalam pengembangannya. Nah, inilah yang membuat 1 orang yang dominan tadi jadi terlihat dominan, padahal bukannya ingin menguasai, tetapi hanyalah curahan dari passion yang tumbuh dalam dirinya yang diwujudkan dalam tindakan nyata.</p>
<p>Memang, kita tidak bisa menyangkal, pencetus ide-lah yang pasti memiliki sense of belonging lebih dari yang lainnya. Tetapi sebaiknya, anggota tim yang lain mengikuti passion orang tersebut, dengan passion lain yang terkait yang dia punya untuk pengembangan. Bukannya hanya jadi penonton atau biasa orang bilang follower.</p>
<p>Awalnya sih bisnis terlihat normal, tapi lama-kelamaan si &#8220;Super Hero&#8221; akan merasa bahwa tim yang lain tidak ada kerjanya. Bisanya cuma nonton doang. Mulailah terjadi konflik interpersonal. Masalah akan terus merembet kepada hal-hal yang membuat efektivitas tim terganggu. Kalau sudah begini, bisnis pun dengan sukses dan cepat gulung tikar.</p>
<p>Lalu apa solusinya?</p>
<p>TUMBUHKAN PASSION,,,</p>
<p>Setiap anggota tim hendaknya memiliki passion dan ketrampilan yang berbeda yang bisa menjadi pelengkap buat anggota-anggota tim lainnya. Asal tetap pada komitmen awal dan 1 tujuan. Ketrampilan tersebut bisa dalam wujud ketrampilan teknis, fungsional, pembuatan keputusan, atau hubungan interpersonal. Syarat ini sangat diperlukan karena tim umumnya dibentuk untuk menyelesaikan masalah yang cukup kompleks.</p>
<p>Tanpa adanya ketrampilan yang berbeda-beda tersebut, sebuah tim sulit menjalankan fungsinya dalam bisnis. Namun ketrampilan di sini juga bisa dalam bentuk potensi. Sebuah tim tidak perlu mendapatkan semua ahli di bidangnya. Asalkan ada beberapa anggota tim yang berpotensi dan berminat mempelajari ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan, hal itu sudah mencukupi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2011/05/efektivitas-tim-adalah-keharusan-dalam-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching using disk: basic
Object Caching 279/339 objects using disk: basic

Served from: digi-crea.com @ 2012-02-04 21:30:35 -->
