<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Creative</title>
	<atom:link href="http://digi-crea.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digi-crea.com</link>
	<description>Pengembangan Bisnis, Marketing dan Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Feb 2010 19:58:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Be Horizontal</title>
		<link>http://digi-crea.com/2010/02/be-horizontal/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2010/02/be-horizontal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 19:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Mengacu pada buku World is flat oleh Thomas L. Friedman, saya akan membahas sedikit pandangan friedman terkait dengan dunia pemasaran pada era kini. Friedman melihat dunia sebagai lapangan permainan dalam hal bisnis, di mana semua pemain mempunyai kesempatan yang sama. Tidak peduli individu, organisasi, komunitas ataupun perusahaan. Mereka dituntut untuk tetap kompetitif dalam pasar global [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengacu pada buku World is flat oleh Thomas L. Friedman, saya akan membahas sedikit pandangan friedman terkait dengan dunia pemasaran pada era kini. Friedman melihat dunia sebagai lapangan permainan dalam hal bisnis, di mana semua pemain mempunyai kesempatan yang sama. Tidak peduli individu, organisasi, komunitas ataupun perusahaan. Mereka dituntut untuk tetap kompetitif dalam pasar global di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi penghalang penyebaran dalam hal informasi.</p>
<p>Teori friedman ini hendaknya juga menjadi acuan pergerakan para pebisnis dan marketer dalam mengembangkan strateginya. Karena dunia ini sudah dianggap datar, maka kita sudah selayaknya mengambil tindakan atau strategy yang lebih horizontal dalam menghadapi target konsumen. Para konsumen sudah mulai gerah mendengar kata &#8220;Marketer&#8221; atau &#8220;Sales&#8221;.</p>
<p>Bagaimana Solusinya ? <strong>Be Horizontal</strong>&#8230;</p>
<p>Hadirnya layanan2 gratis seperti blog, social network, forum, search engine dan lain-lain di internet sebenarnya sangat bisa diandalkan untuk penerapan strategi yang satu ini. Personal touching di internet menjadi lebih mudah dengan lahirnya situs pertemanan seperti facebook, pengkomunikasian expertasi kita bisa lebih mengglobal dengan tulisan atau posting di blog (seperti blog saya ini).</p>
<p>Sudah tidak zamannya lagi deh promosi yang bersifat vertikal, para konsumen sudah terlalu muak dijejali berbagai macam promosi produk setiap harinya. Para target konsumen bukannya suka, malah menganggap tindakan kita sebagai sebuah intervensi. Naaaah&#8230; Saya kembalikan ke diri anda masing2, coba tanya ke diri sendiri, males gak sih kalo ketemu sama orang yang kerjaannya jualan N promosi produknya terus ?</p>
<p>So,,,, Jangan malas nge-blog, nge-Fb and Nge-tweet. Asal memiliki nilai-nilai manfaat bagi orang lain. Tips2 bagaimana berhubungan lebih horizontal dengan customer akan saya bahas lain waktu. Nantikan terus artikel lanjutannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2010/02/be-horizontal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi yang hanya berjarak satu klik</title>
		<link>http://digi-crea.com/2010/02/kompetisi-yang-hanya-berjarak-satu-klik/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2010/02/kompetisi-yang-hanya-berjarak-satu-klik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pencari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hitungan beberapa tahun saja, internet merubah kultur kehidupan Indonesia. Mulai dari gaya hidup, Pendidikan, sistem informasi sampai ke dunia bisnis. Di era web 2.0 seperti sekarang ini, ada satu hal yang harusnya kita sadari sebagai seorang pebisnis. Mobilitas informasi semakin tak terbendung kecepatan lajunya. Mesin pencari yang semakin cerdas dalam memilah informasi untuk mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hitungan beberapa tahun saja, internet merubah kultur kehidupan Indonesia. Mulai dari gaya hidup, Pendidikan, sistem informasi sampai ke dunia bisnis. Di <strong>era web 2.0 </strong>seperti sekarang ini, ada satu hal yang harusnya kita sadari sebagai seorang pebisnis. Mobilitas informasi semakin tak terbendung kecepatan lajunya. Mesin pencari yang semakin cerdas dalam memilah informasi untuk mereka rekomendasikan kepada user dan feature lengkap bagi para pengguna social media seperti facebook dan twitter pun menjadikan internet sebagai media alternatif utama bagi orang dalam mencari informasi yang lengkap dan bersosialisasi di dengan rekan, klien, konsumen, dlsb.</p>
<p>Kita bisa bayangkan bagaimana sepak terjang google yang memposisikan diri sebagai lumbung informasi dari seluruh dunia dengan mesin pencarinya yang berkualitas mampu menggeser kultur pencarian informasi.  Kita seperti kurang (kalau tidak mau dibilang &#8220;tidak&#8221;) butuh lagi pusat informasi lain seperti yellowpages ataupun nomor sakti 108. Semua informasi bisa kita dapatkan dalam sekejap, murah dan berkualitas cuma dari perjalanan klik-per-klik yang kita lakukan di dunia virtual.</p>
<p>Saya akan memberikan beberapa point penting di sini terkait dengan hal di atas :</p>
<p>1. Di internet, setiap individu, lembaga atau perusahaan dapat dengan mudah   membuat halaman sendiri.</p>
<p>2. Hukum <em><strong>kemudahan mendapatkan</strong></em> yang berbanding lurus dengan <em>kemudahan melupakan.</em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal; font-weight: normal;">3. Komunikasi yang multiarah antara konsumen, produsen dan distributor.</span></strong></em></p>
<p>Jelas sekali, fakta diatas benar2 telah menunjukkan kepada kita bahwa memperdalam <strong>online marketing communication</strong>, mempelajari <strong>online consumer behaviour</strong>, <strong>search engine marketing</strong> dan strategi pemasaran internet lainnya adalah hal yang sangat reasonable bagi kita dalam upaya pengembangan bisnis di era virtual world ini.</p>
<p>Tapi ingat, bukan berarti dengan mudahnya para user internet mencari informasi yang mereka butuhkan, lalu mereka dengan mudahnya juga untuk tergiur dengan sebuah produk yang pertama kali mereka temukan. Mencari referensi dari website lain akan mereka lakukan demi mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sesuai kualitasnya dan sesuai harganya.</p>
<p>Sudahkah web bisnis anda mudah untuk ditemukan di mesin pencari, atau malah web anda tersempil dalam semak-semak belantara dunia virtual ini ?</p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Selamat datang di Era kompetisi yang hanya berjarak satu klik, Kawan !&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2010/02/kompetisi-yang-hanya-berjarak-satu-klik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah keinginan dan impian anda sebatas retorika ?</title>
		<link>http://digi-crea.com/2010/01/apakah-keinginan-dan-impian-anda-sebatas-retorika/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2010/01/apakah-keinginan-dan-impian-anda-sebatas-retorika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 19:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[bob sadino]]></category>
		<category><![CDATA[impia]]></category>
		<category><![CDATA[purdi e chandra]]></category>
		<category><![CDATA[retorika]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Bicara tentang keinginan dan impian ! Hmmmm.. Buat saya ini adalah level awal dari pembentukan mindset seseorang. Pro dan kontra terkait masalah keinginan, mimpi dan visi ini masih terus terjadi dan sangat kental di negara Indonesia yang notabene cenderung kuat &#8220;Otak kirinya&#8221;. Lalu pertanyaannya, apakah betul teori tentang impian, keinginan dan visi ini nyata adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara tentang keinginan dan impian ! Hmmmm.. Buat saya ini adalah level awal dari pembentukan mindset seseorang. Pro dan kontra terkait masalah keinginan, mimpi dan visi ini masih terus terjadi dan sangat kental di negara Indonesia yang notabene cenderung kuat &#8220;Otak kirinya&#8221;. Lalu pertanyaannya, apakah betul teori tentang impian, keinginan dan visi ini nyata adanya ? Apakah betul hukum tarik-menarik itu memang ada ? Ataukah hanya retorika penghibur di kala kita sedang dalam keadaan rapuh saja ?</p>
<p>Yuuuk kita telaah lagi&#8230;&#8230;&#8230;.. <img src='http://digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada awal tahun 2008 silam, buku karya Rhonda Byrne <strong>The Secret </strong>lah yang &#8220;meracuni&#8221; otak saya dengan teori &#8220;Law Of Attraction&#8221;-nya. Dan pastinya juga meracuni otak banyak orang sejak diterbitkannya buku tersebut tahun 2007. Teori yang mengatakan bahwa hanya dengan memikirkan impian dan keinginan, maka itu pasti terjadi. Yaaaa&#8230; anda benar. Cuma dengan memikirkan apa yang kita inginkan, memperkuat keinginan seakan-akan hal itu benar2 telah tejadi dan bersyukur, maka semudah itu pula keinginan kita akan terwujud. Salah seorang contributor buku the secret Bob Proctor mengatakan, <em>&#8220;Ketika Anda membayangkan diri berada dalam kelimpahan, dengan sadar dan kuat Anda menentukan hidup Anda melalui hukum tarik-menarik. Memang semudah ini&#8221;.</em> Dalam Law of Attraction ini di analogika-kan alam seperti sebuah katalog yang berisi segala macam hal yang anda inginkan. Tinggal memintanya. Lalu percaya penuh seolah-olah anda telah memilikinya di realitas tak kasat mata. Kemudian bersyukur. Lihat apa yang terjadi, Impian kita benar2 terjadi. <em>&#8220;Even you start this from nobody or have nothing&#8221;</em></p>
<p>Tak berhenti sampai disitu, Saya pun mulai mengenal Bapak Purdi &#8220;Pengusaha Gila&#8221; E. Chandra dan Bob &#8220;Si Goblok&#8221; Sadino. Mereka pencetus pemikiran bahwa menjadi orang sukses tidak diperlukan sebuah sebuah titel sarjana, pengusaha tidak mesti pintar, dan segala macam paham yang justru sangat kontroversial dengan kultur yang ada di Indonesia.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi di lingkungan sekitar saya sangat berbeda dari keadaan yang seharusnya akibat paham &#8220;the Secret&#8221; dan &#8220;Pengusaha gila&#8221; ini. Kebanyakan mereka layaknya orang yang menyerahkan sepenuhnya nasib dan hidup mereka pada impian dan keinginan mereka. Mereka berpikir bahwa hanya dengan mencoba memvisualisasikan apa yang menjadi keinginan impian seperti menempelkan gambar rumah, mobil dan berbagai visi hidup lengkap dengan tanggal pencapaiannya, impian tersebut akan segera menjadi nyata.</p>
<p>Ada satu hal mereka lupakan dalam menerapkan teori Law Of Attraction yang diajarkan Rhonda Byrne dan kawan-kawan, yang ternyata butuh ketekunan dalam menjalaninya. Ketekunan disini dalam artian keteguhan kita dalam memperkuat impian tersebut dengan secara konsisten memperhatikan dan mempercayai impian dan keinginan tersebut setiap harinya dengan tujuan secara otomatis merubah pola pikir serta perilaku keseharian kita.</p>
<p>Sebagai contoh, misalnya kita menginginkan untuk mempunyai rumah seharga 1 milyard rupiah 3 bulan kedepan. Memvisualisasikannya dengan gambar, ditempel di tempat yang mudah terlihat di kamar, lalu memnyempatkan diri setiap hari untuk melihatnya sejenak dan memperhatikan sambil membayangkan seolah-olah hal itu pasti terjadi. Percaya atau tidak, ketika waktunya tiba dimana impian tersebut telah merasuk pikiran bawah sadar, sejak itu pula pola pikir dan perilaku serta keputusan2 kita untuk hal2 kecil akan sangat terasa perubahannya. Contohnya mulai dari tidak suka menonton tv yang kurang berguna, tidak suka ngobrol ngalor-ngidul, lebih suka baca buku untuk menambah wawasan, tidak suka berlama-lama main facebook dan lain sebagainya. Semua langkah kita mengarah pada apa yang kita impikan. Tanpa kita sadari.</p>
<p>Sudahkah anda mempraktekkannya, kawan ? Atau jangan2 keinginan dan impian anda hanya sebatas retorika saja karena justru menganggapnya hal yang remeh?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2010/01/apakah-keinginan-dan-impian-anda-sebatas-retorika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part 3)</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-3/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 20:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[msn]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>
		<category><![CDATA[spamming]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita lihat pada evolusi search engine part 1 dan part 2, kelemahan search engine dalam merangking situs sangatlah banyak. Sehingga para search engine spamming yang rajin meriset algoritma perangkingan search engine akan sangat mudah mengakali web mereka agar masuk dalam urutan pertama Search engine page result (SERP). Semakin lama hal ini dibiarkan, maka para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita lihat pada <a title="evolusi search engine" href="http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-1/" target="_blank">evolusi <strong>search engine</strong> part 1</a> dan <a title="evolusi search engine" href="http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-2/" target="_blank">part 2</a>, kelemahan <strong>search engine</strong> dalam merangking situs sangatlah banyak. Sehingga para search engine spamming yang rajin meriset algoritma perangkingan <strong>search engine</strong> akan sangat mudah mengakali web mereka agar masuk dalam urutan pertama Search engine page result (SERP). Semakin lama hal ini dibiarkan, maka para user pun akan merasakan ketidakpuasan terhadap layanan para penyedia search engine.</p>
<p>Kelemahan inilah yang  kemudian disempurnakan oleh Google yang memakai sistem PageRank. Lewat sistem tersebut, ranking sebuah halaman web lebih ditentukan oleh Link popularity atau jumlah referensi link dari web lain yang diterima situs web tersebut (dalam bentuk <em>link</em> yang masuk ke situs tersebut). Bukan hanya link masuk saja, tapi juga dinilai dari seberapa relevansi antar kedua situs tersebut. Perubahan kriteria ranking tersebut membuat upaya-upaya <em>spamming</em> menjadi lebih sulit. Google menyempurnakan terus menerus proses penentuan rankingnya dan pada saat ini, dengan analisa statistik dari data-data historis yang tersimpan di database-nya, Google lebih mudah lagi menentukan situs web yang melakukan <em>spamming</em>. Strategi Google untuk memasukkan lebih banyak faktor eksternal (di luar <em>keywords</em>) ke dalam kriteria penentuan ranking tersebut juga mulai diikuti oleh Yahoo! dan MSN.</p>
<p>Semakin kriteria yang logis untuk search engine merangking web, tentu akan semakin natural juga SERP-nya. Pemilik situs web harus berkerja keras membangun <em>brand awareness</em> dan <em>brand loyalty</em> untuk mendapatkan pengunjung setia.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part 2)</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-2/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Dengan bahasa yang lebih sederhana, evolusi Search engine ini adalah penyempurnaan measurement yang dipakai oleh crawler untuk meranking halaman web dengan tujuan mendapatkan hasil pencarian yang berkualitas. Para pengembang search engine berlomba untuk menawarkan kualitas pencarian atas sebuah keyword yang diinginkan user.
Pada artikel evolusi search engine part 1 sebelumnya sudah saya bahas bahwa perangkingan halaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan bahasa yang lebih sederhana, evolusi <strong>Search engine</strong> ini adalah penyempurnaan measurement yang dipakai oleh crawler untuk meranking halaman web dengan tujuan mendapatkan hasil pencarian yang berkualitas. Para pengembang <strong>search engine</strong> berlomba untuk menawarkan kualitas pencarian atas sebuah keyword yang diinginkan user.</p>
<p>Pada artikel <a title="Evolusi search engine" href="http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-1/" target="_blank">evolusi search engine part 1</a> sebelumnya sudah saya bahas bahwa perangkingan halaman web based-on keyword saja. Cara ini mulai tidak efektif karena semakin banyaknya webmater yang mulai melakukan spamming. Ini menyebabkan halaman hasil pencarian menurun kualitasnya, maka lahirlah generasi <strong>search engine</strong> yang lebih canggih Hotbot dan Northern Light yang tidak hanya menganalisa keyword tetapi juga memperhitungkan seberapa banyak pengunjung meng-klik dan seberapa lama pengunjung menghabiskan waktu di situs tersebut. Kemajuannya sangat signifikan. Tetapi memang dasarnya &#8220;kreatif&#8221;, para webmasters menciptakan program yang bisa berpura mengunjungi situs web-nya sendiri agar berkesan bahwa situs mereka sering dikunjungi.</p>
<p>Hmmmmmmmm&#8230;. Ini benar2 tantangan untuk pengembang <strong>search engine</strong> untuk menyempurnakan measurement-nya tadi agar hasil pencarian di mesin mereka lebih natural dan relevan dengan keinginan user.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part1)</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-1/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 15:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online marketing]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Internet, jelas sekali bahwa media yang satu ini memang  menyediakan arena kompetisi yang relatif seimbang antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil. Penyediaan sarana promosi dan penjualan 24 jam tanpa batas-batas negara dengan biaya rendah mengharuskan perusahaan atau corporate untuk turut juga membidik online maketing dan online branding. Bahkan bukan hanya coporate besar saja yang membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet, jelas sekali bahwa media yang satu ini memang  menyediakan arena kompetisi yang relatif seimbang antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil. Penyediaan sarana promosi dan penjualan 24 jam tanpa batas-batas negara dengan biaya rendah mengharuskan perusahaan atau corporate untuk turut juga membidik <a title="Online marketing" href="http://digi-crea.com" target="_blank"><strong>online maketing</strong></a> dan <strong>online branding</strong>. Bahkan bukan hanya coporate besar saja yang membangun brand disana, beratus ribu atau malah jutaan individu pun memutuskan mendirikan usaha dan melakukan personal branding di Internet.</p>
<p>Terkait dengan pemasaran secara online, tidak lengkap rasanya jika mengesampingkan <strong>search engine marketing</strong>. Metode search engine marketing ini sangat diminati para online marketer karena bersifat <em>low cost but high effects</em>. Sederhananya, para pemilik web hanya perlu mengakrabkan diri dengan sistem search engine, dan biarkan mereka yang merekomendasikan situs kita kepada jutaan user pengguna search engine tersebut. Benar2 <em>low cost but high effects</em> ( Jangan lupa dicatat&#8230; Hee <img src='http://digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Sebelum membahas lebih dalam mengenai <strong>Search Engine Marketing</strong>, ada baiknya anda simak terlebih dahulu apa dan bagaimana sih search engine ber-evolusi dalam peningkatan kualitas pencariannya.</p>
<p>Pada awalnya, Altavista dan Excite yang saat itu memiliki search engine yang cukup mendominasi dunia internet, memberikan ranking terhadap halaman web dengan orientasi kuantitas dan kualitas keywords yang terdapat dalam halaman web tersebut saja. Halaman dengan kuantitas dan kualitas yang baik akan muncul di halaman pertama hasil pencarian jika user mengetikkan keyword yang dibidik.</p>
<p>Sebagai contoh, Jika anda memiliki <a title="Kaos Combed" href="http://tsearch.digi-crea.com/kaos-polos/" target="_blank">toko kaos</a> dan membuat web yang menjual kaos secara online, maka untuk mendapatkan ranking tinggi dan ingin tampil di halaman pertama pencarian search engines, maka kata-kata ‘Kaos’ haruslah anda letakkan sebanyak mungkin dalam dokumen situs web Anda. Bahkan jika nama domain mengandung kata keyword seperti tokokaos.com sangat membantu karena nama domain mendapatkan bobot yang sangat tinggi dan penentuan ranking di search engine.</p>
<p>Dengan begitu terbentuklah paradigma bahwa pembelian domain untuk kepentingan pemasaran online haruslah yang mengandung kata kunci atau keyword bukan nama perusahaan itu sendiri. Hal ini jelas bertentangan dengan teori Brand Awareness dimana seharusnya perusahaan mengenalkan dan menumbuhkan kesadaran konsumen akan sebuah nama brand yang unik, tetapi demi ranking <strong>search engine</strong> paradigma benar2 telah bergeser.</p>
<p>Ada yang menarik dari hasil studi <em>online consumer behaviour</em>, umumnya para search engine user  hampir tidak pernah melewati lebih dari halaman ketiga hasil pencarian. kalau saja 1 halaman memuat 10 situs web , berarti mendapatkan ranking 30 besar untuk <em>keywords</em> yang ditarget adalah suatu keharusan. Ketatnya kompetisi keywords ini mendorong banyak pemilik situs web <em>mulai </em> memakai cara-cara search engine marketing yang mengarah ke bentuk kecurangan dengan mengulang-ulang sebanyak mungkin <em>keywords</em> yang dianggap populer di situs web mereka. Semakin banyak situs yang melakukan <strong>search engine</strong> spamming, maka kualitas hasil pencarian pun menurun.</p>
<p>Ada yang mau menambahkan ?</p>
<p>Update : Bersambung ke <a title="Evolusi search engine" href="http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-part-2/" target="_blank"><strong>Ternyata Search Engine pun ber-evolusi (Part 2)</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/12/ternyata-search-engine-pun-ber-evolusi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Everything is count</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/12/everything-is-count/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/12/everything-is-count/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 08:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Dah lama juga gak posting di blog ini. Padahal pertama kali niat buat blog ini sih komitmennya satu hari minimal 1 artikel yang bisa dipublish. Tapi alhamdulillah project yang datang malah bertubi-tubi. Ya inilah akibatnya, blog terlantar dan gak keurus.
Ngomongin soal project, ada satu yang menarik nih waktu negosiasi dengan seorang client minggu lalu. Mudah-mudahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dah lama juga gak posting di <a title="blog pngembangan bisnis" href="http://digi-crea.com" target="_blank">blog ini</a>. Padahal pertama kali niat buat blog ini sih komitmennya satu hari minimal 1 artikel yang bisa dipublish. Tapi alhamdulillah <a title="project" href="http://digi-crea.com/2009/11/majalah-sekolah-online/" target="_blank">project</a> yang datang malah bertubi-tubi. Ya inilah akibatnya, blog terlantar dan gak keurus.</p>
<p>Ngomongin soal project, ada satu yang menarik nih waktu negosiasi dengan seorang client minggu lalu. Mudah-mudahan bermanfaat buat temen2 semua ya&#8230;</p>
<p>Begini ceritanya&#8230;</p>
<p>Direktur marketing sebuah perguruan tinggi di Jakarta yang juga kebetulan mantan bos sekaligus dosen saya dulu menelpon. Beliau minta ke saya untuk mempresentasikan strategi <a title="Internet marketing" href="http://digi-crea.com/2009/11/internet-marketing-sebagai-alternatif-baru-pemasaran/" target="_blank">internet marketing</a> yang niatnya hendak beliau terapkan juga di instansinya. Lalu kami ketemu untuk membahas lebih lanjut.  Pembicaraan ngalor ngidul, sampai saya teringat pertama kali mulai menekuni internet marketing karena terinspirasi dari buku yang saya temukan di ruangan beliau dulu &#8220;Menghasilkan Dollar dari internet&#8221;.  Saya bilang ke beliau,</p>
<p>&#8220;Pertama kali dulu belajar Internet Marketing, saya terinspirasi dari buku yang yang ada di ruangan Bapak Lho!&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh Ya?. Padahal saya sendiri belum sempat membacanya. Waaaah <a title="Berpikir positif" href="http://digi-crea.com/2009/11/sumbangan-besar-kepada-dunia-dengan-berpikir-positif/" target="_blank">Tabungan positif</a> saya dibuka hari ini. Berarti ada dispensasi harga dong buat saya nih. Wahahaha&#8230; &#8220;, Kata beliau sambil tertawa.</p>
<p>Teman2 sekalian, kejadian di atas pastinya pernah terjadi juga dalam kehidupan kita sehari2nya. Banyak hal kecil yang tidak kita sadari sebenarnya membawa dampak cukup besar di kemudian hari. Mulai dari menonton TV, membaca buku, bermain game, ngobrol dengan teman2 dekat, browsing internet, Facebook-an, nge-blog, membeli buku dan lain2 sebagainya. Percayalah semuanya itu masuk dalam hitungan. <strong>Everything is count. </strong></p>
<p>Sekarang tinggal bagaimana kita mengarahkan hitungan2 tersebut ke arah yang berguna bagi pengembangan diri kita kelak di kemudian hari.</p>
<p>Jangan sepelekan wawasan, karena itulah bekal kita menghadapi tantangan hari esok yang makin global saja. Pesaing kita bukan lagi di area lokal saja. Seluruh dunia melihat kita.</p>
<p>Selamat berjuang kawan <img src='http://digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/12/everything-is-count/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah Sekolah Online</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/11/majalah-sekolah-online/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/11/majalah-sekolah-online/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama juga tidak posting. Akhir-akhir ini banyak banget ngerjain project web. Nah… dari sekian banyak project web, ada satu yang mau  saya informasikan ke teman2 semua. Siapa tau aja berguna. Apalagi untuk anak sekolah. Yaitu Web Majalah Sekolah Online.

Majalah Sekolah Online ini berisi berita seputar kehidupan anak Sekolah Menengah. Mencoba mewadahi seluruh siswa sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama juga tidak posting. Akhir-akhir ini banyak banget ngerjain project web. Nah… dari sekian banyak project web, ada satu yang mau  saya informasikan ke teman2 semua. Siapa tau aja berguna. Apalagi untuk anak sekolah. <strong><a title="Majalah Sekolah Online" href="http://school-magz.com" target="_blank">Yaitu Web Majalah Sekolah Online</a></strong>.</p>
<p><img src="http://azzahra-university.ac.id/images/stories/pj%20copy.gif" alt="Majalah Sekolah Online" width="442" height="159" /></p>
<blockquote><p><strong>Majalah Sekolah Online</strong> ini berisi berita seputar kehidupan anak Sekolah Menengah. Mencoba mewadahi seluruh siswa sekolah menengah dalam berbagi pengetahuan, Karya-karya ilmiah, artikel dan berita seputar kegiatan sekolah, school-magz.com hadir dengan penuh pengharapan akan lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri.</p></blockquote>
<p>Cocok banget kan buat kalian yang mau lebih smart, karena ada juga artikel2 yang membahas tentang pengetahuan yang sebelumnya tidak kita duga seperti <a title="Kapasitas Otak" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/school-magz.com');" href="http://school-magz.com/berapa-sih-kapasitas-otak-kita/" target="_blank">Berapakah kapasitas otak kita</a>, <a title="Tomas Alva Edison" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/school-magz.com');" href="http://school-magz.com/thomas-alva-edison-yang-tuli-dan-bodoh/" target="_blank">Tomas Alva Edison yang tuli dan bodoh</a> dan lain2.</p>
<p>Langsung aja ke <a title="Majalah Sekolah Online" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/school-magz.com');" href="http://school-magz.com" target="_blank"><strong>Majalah Sekolah Online</strong></a> http://school-magz.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/11/majalah-sekolah-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe pekerja dari segi etos kerjanya (Part II)</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/11/tipe-pekerja-dari-segi-etos-kerjanya-part-ii/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/11/tipe-pekerja-dari-segi-etos-kerjanya-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 18:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[learn]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[Think]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang tipe pekerja dari segi etos kerjanya. Yang belum baca artikelnya lihat aja dulu disini. Kenapa saya lanjutkan bahasan tentang pekerja ini ? Karena tidak lama setelah saya tulis artikel tersebut, ada salah satu teman yang baca, ia malah balik tanya ke saya,
&#8220;Bas, kalo dilihat dari tipe yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang <a title="Tipe pekerja" href="http://digi-crea.com/2009/11/beberapa-tipe-pekerja-dari-segi-etos-kerjanya/" target="_blank">tipe pekerja dari segi etos kerjanya</a>. Yang belum baca artikelnya lihat aja dulu <a title="Tipe pekerja" href="http://digi-crea.com/2009/11/beberapa-tipe-pekerja-dari-segi-etos-kerjanya/" target="_blank">disini</a>. Kenapa saya lanjutkan bahasan tentang pekerja ini ? Karena tidak lama setelah saya tulis artikel tersebut, ada salah satu teman yang baca, ia malah balik tanya ke saya,</p>
<blockquote><p>&#8220;Bas, kalo dilihat dari tipe yang lo di atas, gw ngerasa tipe gw kadang2 bisa jadi karyawan, professional ataupun entrepreneur. Kadang gw mengeanggap kerjaan yang disuruh bos itu sebuah beban, kalo lagi gak suka sama kerjaan itu. Kadang gw bisa jadi seorang yang professional banget, tanggung jawab gw sama kerjaan tuh gede banget, bahkan gw berpikir gimana caranya biar hasilnya bisa bikin boz puas (Jangan ngerezzz lho !). Gimana tuh ?&#8221;&#8230;. <img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/7.gif" border="0" alt="" width="20" height="18" /></p></blockquote>
<p>Hmmmmm&#8230; Ok, memang tipe-tipe pekerja yang saya sebutkan pada artikel tersebut dibagi menjadi 3 tipe, yaitu karyawan, Professional dan entrepreneur. Tapi bukan berarti setiap individu mutlak mempunyai hanya 1 tipe dari ketiga tipe tersebut. Selalu ada <em>grey area</em>. Artinye, pada setiap orang terdapat ketiga tipe tersebut. Hanya saja tipe yang manakah yang paling mendominasi tindakan kita sehari-harinya. Contohnya ya seperti yang ditanyakan teman saya itu.</p>
<p>Nah, maka dari itu ada 1 catatan penting yang perlu anda garis bawahi (Kalo perlu di-BOLD), bahwa setiap dari kita pada dasarnya telah memiliki sifat atau tipe yang baik juga, itu berarti kita mempunyai potensi untuk menjadi lebih baik, walaupun tipe yang buruk masih mendominasi, tinggal bagaimana kita mengembangkan potensi tersebut. Ya kan?</p>
<p>bagaimana caranya ? Tiga kata yang fundamental bagi saya dalam meraih apa yang saya cita2kan :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;THINK, LEARN AND ACTION</strong>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/11/tipe-pekerja-dari-segi-etos-kerjanya-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Don’t judge a book from it’s cover</title>
		<link>http://digi-crea.com/2009/11/don%e2%80%99t-judge-a-book-from-it%e2%80%99s-cover/</link>
		<comments>http://digi-crea.com/2009/11/don%e2%80%99t-judge-a-book-from-it%e2%80%99s-cover/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dheena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digi-crea.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[“Don’t judge a book from it’s cover” 
Sering kita mendengar istilah itu &#38; sekedar tahu apa artinya tanpa berusaha menelaah lebih dalam makna dari ekspresi itu &#38; kenapa ekspresi itu lahir. Everything happends or created for a reason, right?
Suatu istilah atau ekspresi itu pasti lahir karena adanya fenomena yang terjadi’kan?
Sebuah COVER katanya merepresentasikan ISI. Well, kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>“Don’t judge a book from it’s cover” </strong></p></blockquote>
<p>Sering kita mendengar istilah itu &amp; sekedar tahu apa artinya tanpa berusaha menelaah lebih dalam makna dari ekspresi itu &amp; kenapa ekspresi itu lahir. Everything happends or created for a reason, right?</p>
<p>Suatu istilah atau ekspresi itu pasti lahir karena adanya fenomena yang terjadi’kan?</p>
<p>Sebuah COVER katanya merepresentasikan ISI. Well, kadang itu benar…dan tidak sedikit yang salah jika berpendapat demikian. Sebenarnya dan pada kenyataannya COVER dan ISI adalah 2 hal yang berbeda yang bersifat saling melengkapi (komplementer). Sebuah COVER sesuai dengan makna dan fungsinya adalah lapisan kulit luar yang berfungsi sebagai pelindung dan penghias ISI. Alangkah baiknya jika sebuah COVER dibuat semenarik dan seindah mungkin sehingga menjadi pengantar yang representatif untuk ISI.</p>
<p>Tapi bukankah hal yang lebih penting itu adalah ISI???</p>
<p>ISI itu buat saya adalah esensi dari segalanya. Jika di-analogi-kan ke manusia maka ISI adalah karakter/kepribadian, pola pikir dan keahlian (skills) yang dimiliki seseorang. Sedangkan COVER adalah wujud fisik dari seorang manusia.</p>
<p>Jelas buat saya pribadi, ISI itu jauh lebih penting daripada COVER. Selain ISI adalah esensi dari sesuatu, ISI juga senantiasa bertambah kualitas dan kuantitasnya. Kalau ISI manusia pasti bertambah setiap kali manusia menemukan dan mempelajari hal-hal baru.</p>
<p>Istilah percetakan untuk cetak ulang buku yang ISI-nya sudah ditambah dan diperbaiki itu biasanya ada embel-embel ”revised edition” di belakang judul bukunya. Kalau untuk manusia istilahnya apa yah??? Hehe…</p>
<p>Memang belum ada atau memang saya aja yang kurang pengetahuan yah?</p>
<p>Kita boleh saja berlomba-lomba untuk memperbaiki ISI dan memperindah COVER. Sayangnya kebanyakan dari mereka yang melakukan hal tersebut dengan alasan dan paradigma yang salah!!!</p>
<p>What’s wrong??? Pasti itu pertanyaan yang muncul di benak kalian.</p>
<p>kebanyakan orang melakukan hal itu dengan alasan supaya kita layak untuk “DIJUAL”. Hmmm…masih mental bangsa jajahan nih!</p>
<p>Hehehe…just kidding!!!</p>
<p>Kenapa sih paradigma yang ada bahwa kita harus MENJUAL” diri kita dengan COVER/KEMASAN yang menarik. Entah itu untuk urusan</p>
<p>mencari pekerjaan ataupun mencari jodoh. Kita harus mengemas diri kita dengan tampilan yang baik supaya LAKU???</p>
<p>Katanya kita harus rapih serta cantik dan ganteng supaya mudah mendapatkan jodoh…</p>
<p>Katanya kita harus meraih gelar setinggi mungkin supaya mudah mendapatkan pekerjaan yang baik…</p>
<p>Mungkin itu semua benar jika paradigma masyarakat kita tidak segera berubah. Menilai segala sesuatunya dari LUAR atau hanya</p>
<p>dari kemasan semata. Betapa dangkalnya pola pikir seperti itu. Apa yang bisa kita harapkan dari masyarakat yang memiliki</p>
<p>pola pikir seperti itu??? kemajuan bagi bangsanya??? bagaimana mungkin itu terjadi jika intelektualitas &amp; kreatifitas yang merupakan bagian ISI dari seseorang tidak dihargai???</p>
<p>Pertanyaannya adalah :</p>
<p>1. Benarkah kita bisa bahagia jika mendapatkan jodoh yang hanya rapih, ganteng dan cantik? Tapi akhlak serta kualitas diri atau ISI-nya miskin???</p>
<p>2. Benarkah ijazah sarjana bisa menjamin kualitas kerja karyawan kita? Bukankah ijazah sekarang bisa dibeli? Atau sekedar registrasi ke sebuah perguruan tinggi, menghadiri kuliah dan menyontek pada saat ujian, lalu dengan mudahnya lulus dan mendapatkan sebuah ijazah dari sebuah perguruan tinggi bisa menjamin kualitas seseorang???</p>
<p>Di Indonesia seorang profesor lulusan Jerman dan Jepang yang dibiayai negara kurang dihargai dan tidak difasilitasi dengan laboratorium serta program penelitian untuk mengaplikasikan ilmunya. Keadaan ekonomi sang profesor juga masuk kategori menengah ke bawah. Penampilan dan kehidupannya begitu sederhana.</p>
<p>Beliau tidak memakai pakaian mahal, tidak punya handphone, kemana-mana masih menggunakan angkutan umum. Miris banget yah? Sumpah saya gak ngarang-ngarang cerita di atas karena saya kenal secara pribadi profesor tersebut yang  masih aktif mengajar di sebuah universitas swasta.</p>
<p>Contoh dari kekayaan bangsa yang terbuang percuma. Yang bikin saya kaget, waktu saya minta hasil karya tulis dan hasil penelitian beliau sewaktu kuliah S3 di Jepang. Beliau minta saya mencarinya di internet.Ternyata hanya preface yang bisa dibaca secara gratis.Untuk membaca secara full hasil penelitian beliau maka kita harus membayar sejumlah uang kepada situs tersebut.</p>
<p>Woowww…hasil karya anak bangsa kita dijual oleh sebuah situs asing!!!</p>
<p>Ada rasa bangga dan sekaligus sedih yang berkecamuk di hati saya. Di satu sisi saya bangga sama sang profesor yang notabene anak bangsa yang karyanya bisa memberikan kontribusi dalam dunia sains dan begitu dihargai oleh orang asing tapi di sisi lain… saya sedih betapa bangsa kita belum bisa menghargai asetnya sendiri.</p>
<p>Perlu saya tekankan di sini bahwa saya gak nyalahin mereka-mereka yang merasa harus memperbaiki ISI dan memperindah COVER-nya masing-masing supaya “TERJUAL”.  Saya cuma mau mengajak teman-teman supaya melakukan dengan alasan yang lebih baik.</p>
<p>Ayo kita ubah paradigma yang ada. Kenapa kita memperbaiki kualitas diri untuk “MENJUAL DIRI”? Kenapa bukan kita saja yang bertindak sebagai “PEMBELI”???</p>
<p>Perbaikilah kualitas diri untuk diri sendiri. Melangkah maju &amp; menaikkan level diri ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Mungkin kami idealis.</p>
<p>Mungkin kami pemimpi.</p>
<p>Mungkin cita-cita yang kami miliki TIDAK MUDAH untuk diraih… tapi bukan berarti TIDAK MUNGKIN untuk diraih.</p>
<p>START THINK OUTSIDE THE BOX !!!</p>
<p>Personal Notes :</p>
<p>Catatan ini tidak kami copy-paste dari karya orang lain.</p>
<p>Kami juga tidak bermaksud mendeklarasikan diri kami lebih pintar,lebih baik ataupun lebih bijak dari orang lain.</p>
<p>Kami hanya ingin sekedar berbagi dan belajar <a title="Mengembangkan diri" href="http://digi-crea.com/category/pengembangan-diri/" target="_blank">mengembangkan diri</a> dari buah pikiran yang kami miliki.</p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digi-crea.com/2009/11/don%e2%80%99t-judge-a-book-from-it%e2%80%99s-cover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
